www.nurhidayah-solo.net
Website Resmi Yayasan Nur Hidayah Surakarta
Community
Username
Password
  Daftar   
Gadget
Jam Kalender Tell Friend RSS Feed
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ::: Selamat Datang di Website Yayasan Nur Hidayah Surakarta
Kurban dan Kesalehan Sosial
Kajian Islam | 2008-12-05

“Maka, dirikanlah shalat karena Rabb-mu dan berkurbanlah.” ( QS Al Kautsar ( 108 ) : 2 )

  Bagi umat Islam yang mampu, kurban hukumnya wajib. Kurban merupakan salah satu ibadah tertua yang ada. Sesuai perintah Allah SWT dalam ayat di atas, kurban dianjurkan kepada para nabi mulai dari Nabi Adam sampai sekarang.


  Ibadah kurban merupakan upaya menghidupkan sunah para nabi Allah SWT dengan menyembelih sesuatu dari pemberian-Nya adalah bukti syukur tertinggi.


  Diantara hikmah berkurban adalah mendekatkan diri atau taqarub kepada Allah SWT atas segala kenikmatan-Nya. Kenikmatan itu jumlahnya demikian banyak, sehingga tak seorangpun dapat menghitungnya. ( QS Ibrahim ( 14 ) : 34 )


  Hikmah secara eksplisit dan tegas tentang kurban ini, telah diungkapkan dalam Al-Qur’an,” … Maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya ( yang tidak meminta – minta ) dan orang yang minta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta – unta itu kepada kamu, mudah – mudahan kamu bersyukur.” ( QS Alhaj ( 22 ) : 36 )


  Hikmah berikutnya adalah menghidupkan makna takbir di Hari Raya Idul Adha, dari 10 hingga 13 Dzulhijjah, yakni hari Nasar ( penyembelihan ) dan hari – hari Tasyriq. Dengan setulusnya, kita bersaksi bahwa hanya Allahlah yang Maha Besar, Maha Esa, Maha Perkasa, dan sifat kesempurnaan lainnya.
  Kebahagiaan akan tercapai bila manusia menyadari fungsi keberadaannya di dunia ini hanyalah untuk menjadi hamba dan abdi Allah SWT, bukan abdi dunia, ataupun abdi setan. ( QS Adzariyat ( 51 ) : 56 )


  Di samping itu semua, Hari Raya Kurban berdimensi sosial kemasyarakatan yang sangat dalam. Itu terlihat ketika pemotongan hewan yang akan dikurbankan, para mustahik yang akan menerima daging – daging kurban itu berkumpul.


  Mereka satu sama lainnya meluapkan rasa gembira dan suka cita. Yang kaya dan yang miskin saling berpadu, berinteraksi sesamanya. Luapan kegembiraan di hari itu, terutama bagi orang miskin dan fakir, lebih – lebih dalam situasi krisis ekonomi sekarang ini, sangat tinggi nilainya, ketika mereka menerima daging kurban tersebut.


  Ibadah kurban menegaskan Islam adalah agama yang berdimensi sosial. Karena itu, orang Islam yang tidak mampu mewujudkan nilai – nilai kemanusiaan, dianggap sebagai pendusta agama. ( QS Al Ma’aun ( 107 ) : 1-3 ). ( Dikirim oleh : Heri Sucitro )

back    Print Artikel    Kirim Artikel    lihat dengan reader


Pesan Singkat
  Tulis Pesan

Home | Profil YNH | Unit Kerja | Rubrik | Forum | Galeri | Download | Kontak | Iklan Baris